Pengelolaan Limbah Rumah Tangga

 Pernahkah terpikir oleh kita jika kita mengumpulkan sampah dari limbah rumah tangga kita sendiri sejak dulu, sudah berapa tinggi kah gunung yang dibuat oleh sampah tersebut? Pernahkah kita menghitung rata-rata kita membuang sampah dalam sebulannya? Mungkin hampir tidak pernah, namun bukan berarti sampah menjadi hal sepele, karena jika masing-masing rumah tangga menghasilkan satu kantong sampah saja tiap harinya bayangkan berapa ton sampah yang ada tiap harinya untuk di buang dan bagaimana pengelolaannya?

Pahami Jenis-jenis Sampah

1. Organik

Terdiri dari bahan-bahan yang bisa terurai, cepat membusuk, bisanya dari sisa makanan

2. An Organik

Terdiri dari bahan-bahan yang tidak bisa dan sulit terurai, dan membutuhkan waktu yang sngat lama untuk hancur sehingga perlu penanganan khusu dalam menghancurkan sampah jenis ini. Sperti plastik dan busa styrofoam

3. Sampah B3

Maksudnya adalah sampah dari bahan berbahaya dan beracun, misalnya sampah dari sisaindustri pupuk, obat-obatan dan pestisida.

4. Kompos

Sampah jenis ini sangat mudah terurai dan pembusukannya dilakukan bakteri di dalam tanah sehingga sangat baik untuk dijadikan pupuk

Jadi dalam satu rumah tangga saja kita sudah menghasilkan empat jenis sampah berbeda yang jelas penanganan dan pengolahannya tidak bisa disamaratakan.

Pengelolaan Sampah

Pengelolaan sampah dilakukan melalui 3 hal, yaitu:

1. Memahami bagaimana siklus penngelolaan sampah, mulai dari rumah tangga, di buang ke kontainer di sudut-sudut kota, kemudian di bawa ketempat pembuangan sampah akhir, namun sebenarnya siklus ini harus di mulai dari rumah tangga, membiasakan memisahkan jenis sampah berdasarkan kategorinya agar lebih mudah bagi petugas kebersihan memilah dan melakukan pengelolaannya.

2. Pastikan mengolah sampah sebelum membuang. Maksudnya adalah sebelum memasukkan ke kantong-kantong sampah, sampah harus di pisah, yang cepat busuk akan mengundang pencemaran udara dan penyakit, akan mengundang lalat dan organisme berbahaya lainnya yang ujung-ujungnya berdampak pada kesehatan lingkungan dan keluarga.

3. Penanganan sampah di TPA. Ini selalu menjadi masalah utama, tempat pembuangan sampah akhir terkadang menjadi tempat pemberhentian terakhir sampah tanpa di olah dan di apa-apakan, di biarkan begitu saja dan akhirnya menggunung dan mencemari udara dan lingkungan. Namun sudah ada beberapa ide pengolahan sampah di TPA:

  • Membuat TPA dengan dasar yang tidak tembus air sehingga kemungkinan mencemari air dan tanah tidak terjadi.
  • Sampah ditumpuk berlapis dan di padatkan kemudian ditutupi dengan tanah liat untuk mencegah timbulnya bau dan mencegah binatang hama dan pembawa bakteri.
  • TPA di bangun dengan perhitungan bisa menampung sampah selama bertahun-tahun.
  • Insinerator, sebagian TPA sudah mulai dilengkapi insinerator, yaitu pembakar sampah dalam jumlah besar, sangat efisien dan memiliki feature penangkal polusi udara, meskipun pembakaran dilakukan besar-besaran, namun tidak menimbulkan polusi udara sehingga volume sampah yang menumpuk bisa jauh berkurang sampai 80%.

4. Bagi anda yang di rumah, bisa membiasakan diri menggunakan barang yang jauh lebih ramah lingkungan, fungsi replace di sini yaitu menggantikan barang yang biasa anda gunakan dengan yang lebih ramah lingkungan seperti kantong plastik yang susah di urai, bisa di ganti kantong plastik ramah lingkungan yang sudah mulai banyak di produksi, bahkan beberapa supermarket besar sudah memulai menggunakan kantong plastik ramah lingkungan.

5. Kurangi produksi sampah seperti ke pasar cukup membawa tas belanja, jangan membeli lagi kantong kresek, beli kemasan isi ulang produk sampo dan sabun sehingga tidak ada limbah kotak plastik lagi.